Multi Routes & Multi Rules di Odoo Warehouse
Biar gudang tidak terasa seperti labirin yang marah-marah
- “Kenapa barang ini masuk Quality dulu?”
- “Kok yang ini langsung ke Stock?”
- “Kenapa waktu SO confirm, tiba-tiba ada transfer baru?”
- “Ini route siapa? rule yang mana? kok picking-nya beranak pinak?”
1) Bayangkan warehouse seperti kota kecil 📦🏙️
- Locations = gedung-gedung di kota (Contoh:
WH/Input,WH/Quality Control,WH/Stock,WH/Packing,WH/Output) - Route = jalur perjalanan (Contoh: “barang yang datang dari vendor harus lewat Input → Quality → Stock”)
- Rule = lampu lalu lintas + polisi jalanannya (Contoh: “kalau barang tiba di Input, dorong ke Quality” atau “kalau ada kebutuhan di Output, tarik barang dari Stock”)
Route = skenario perjalanan
Rule = aksi otomatis yang menjalankan perjalanan itu
2) Multi-Step Routes itu tombol pembuka dunianya 🔓
3) Route itu sebenarnya apa?
- product
- product category
- warehouse
- sales order line
- shipping method
- packaging
4) Rule itu apa?
- Action
- Source Location
- Destination Location
Tanpa rules, route tidak akan bekerja.
5) Dua karakter utama: Pull Rule & Push Rule 🎭
A. Pull Rule = “ditarik karena ada kebutuhan”
Analogi lucunya: Gudang depan teriak: “Eh, saya butuh barang nih!” Lalu sistem menjawab: “Oke, saya tarik dari lokasi sebelumnya.” (Orientasi pada permintaan)
B. Push Rule = “didorong karena barang sudah sampai”
Analogi lucunya: Begitu pallet nyampai di Input, petugas berkata: “Wah, kamu tidak boleh nongkrong di sini. Lanjut ke Quality sana.” (Orientasi pada kedatangan barang)
6) Cara paling mudah mengingatnya 🧠
- Pull = ada yang minta
- Push = ada yang datang
Mekanisme Fundamental Pull & Push
1. Customer Need / SO / MO
Langkah 2: Pull Rule🧲
Menarik stok mundur ke hulu karena ada dokumen yang sah meminta barang!
1. Goods Arrive at Source
Langkah 2: Push Rule👉
Pelatuk ditembakkan! Mendorong barang maju ke lokasi inspeksi sesaat sesudah truk merapat di gudang.
8) Contoh lucu: gudang seperti wahana permainan 🎢
9) Contoh outgoing: pick, pack, ship 📦➡️🚚
10) Jadi apa itu “multi routes”?
11) Dan apa itu “multi rule”?
12) Perbedaan paling penting: route di level mana?
- Warehouse: Semua transfer yang memenuhi kondisi di warehouse tersebut.
- Product Category: Semua produk di bawah kategori itu mengikuti jalur yang sama.
- Product: Ditetapkan spesifik per produk.
- Sales Order Line: Fleksibilitas tinggi di mana User bisa mengubah rute dari Sales Order secara langsung.
13) Pola pikir mendesain Route
- Dari mana? (Vendor, Warehouse lain, Produksi, Return)
- Mampir ke mana? (Input, Quality, Storage, Packing, Output)
- Pemicunya apa? (Kedatangan, Demand, SO, MO)
- Ruang lingkupnya? (Semua barang, kategori tertentu, pas SO line terpilih saja)
16) Cara membaca masalah saat picking “beranak-pinak”
Transaksi Terjadi
Sales / Receipt / Manufacturing Trigger
Route Applied?
Apakah ada rute yg mengikat Product/Category/Warehouse ini?
Which Rule Fired First?
Rule Push/Pull mana yg jalurnya cocok?
Source & Destination
Ke mana lokasi fisik barang terikat?
Generated Picking
Odoo seketika melahirkan surat jalan (Picking).
- Route apa yang kepakai?
- Route itu applicable di level mana?
- Rule mana yang menembak duluan?
- Source location dan destination location-nya apa?
- Apakah trigger-nya karena demand atau karena barang datang?
17) Cheat Sheet Super Singkat✨
Di Odoo, route adalah sekumpulan rule push/pull untuk memindahkan produk antar lokasi penyimpanan, baik internal maupun eksternal.
Rule menentukan kapan dan bagaimana produk harus pindah. Odoo selalu butuh trigger action (Pull/Push), Source, dan Destination Location.
Orientasi Permintaan: Dipicu ketika ada demand pada suatu lokasi. Sistem otomatis menarik stok mundur ke hulu untuk memenuhi order tersebut.
Orientasi Kedatangan: Dipicu ketika barang fisiknya sudah sampai ke suatu lokasi, sistem langsung menembak dan mendorongnya ke lokasi inspeksi berikutnya.
Satu gudang yang memiliki banyak opsi logistik, misal: Barang A bisa Dropship, sedangan Barang B wajib Quality Control.
Dalam 1 rute tunggal ada beberapa fase tembakan surat jalan (picking). Misal: dari vendor terpecah jadi Input > QC > Stock.